Sepakbola menyala Tanpa La Nyalla
La Nyalla Mataliti manusia pembunuh sepakbola Indonesia...?
Sepakbola Indonesia tidak akan pernah mencapai puncaknya
kalau masih ada oknum-oknum yang cuma memanfaatkan sepakbola untuk suatu
kelompok ataupun untuk kepentingan pribadi.
Sepakbola adalah alat pemersatu bangsa, jangan pernah ada
kepentingan apapun yang akan menodai semangat persatuan ini.
Semenjak ada konflik sepakbola nasional yang dimulai dari era
Nurdin Khalid dan sekarang di era La Nyalla, sepakbola Indonesia seakan mati
suri, bahkan sekarang lebih parah lagi.
Selain Indonesia di bekukan oleh Menpora bahkan sekarang di
sanksi oleh FIFA sebagai otoritas sepakbola tertinggi dunia. Sekarang sepakbola
Indonesia dihadapkan dengan kematian yang nyata apabila semua insan sepakbola
terutama di tingkat elit, tidak mau membuka diri dan hatinya ntuk kemajuan
sepakbola itu sendiri.
Saatnya sepakbola nasional bangkit...!!!
Menunggu La Nyalla Mataliti untuk menyelesaikan masalah
PSSI...? Hal konyol kalau itu dilakukan, alangkah lebih bijak lagi kalau
seluruh pemilik klub dan pemilik suara bersatu untuk memulai babak baru
Sepakbola Indonesia Maju...
Satukan suaramu, Satukan tekadmu wahai para pemilik klub dan
pemilik suara ( voters ). Lakukan konggres secepatnya untuk memilih ketua baru
dan otomatis sangsi dari MENPORA pun dengan otomatis akan dicabut, dan imbasnya
sanksi FIFA pun akan dicabut pula....
Tunggu apalagi wahai para pemilik klub dan pemilik hak
suara...?
Kami rindu sepakbola indonesia yang modern, sejuk dan
damai...
Kami rindu kompetisi...
Kami rindu aksi-aksi anak bangsa berkiprah mempertontonkan
aksinya di lapangan hijau...
Kami mohon wahai insan sepakbola terutama elitenya dan para
pemilik klub dan para pemilik suara,...
Selamatkan sepakbola Indonesia...
Kami rindu gemuruh stadion yang meriah ketika anak-anak
bangsa bertanding, kami rindu lagu kebangsaan berkumandang di SUGBK ( Stadion
Utama Gelora Bung Karno ) ketika Timnas kita bertanding...
Mari bersatu, mari selamatkan sepakbola Indonesia.
MENYALA lah SEPAKBOLA INDONESIA tidak harus dengan La NYALA.
Bagi yang berminat mengadakan
event olhraga ataupun musik dengan sistem kerjasama dengan kami, silakan hubungi di :
AS : 085227299333
Indosat : 085726061333
Berita terbaru dari
OKEZONE
Gugatan Dikabulkan, Nama Baik
La Nyalla Harus Direhabilitasi
SURABAYA - Pasca keluarnya putusan Praperadilan, Tim Kuasa
Hukum La Nyalla Mattalitti meminta nama kliennya direhabilitasi. Hal ini sesuai
dengan amar putusan Persidangan.
"Yang pertama kami minta nama La Nyalla
direhabilitasi setelah putusan praperadilan ini," kata salah satu kuasa
hukum La Nyalla Mattalitti, Makruf Syah usai sidang Praperadilan di Pengadilan
Negeri (PN) Surabaya, Selasa (12/4/2016).
Keluarnya putusan Praperadilan yang
mengabulkan gugatan dari Pemohon membuktikan bahwa penetapan tersangka kepada
La Nyalla Mattalitti tidak sah. Terlebih lagi, penetapan tersangka tersebut
berimplikasi kepada nama La Nyalla. Seperti ditetapkan sebagai DPO, pencabutan
paspor, hingga pembekuan rekening.
Sementara itu, Fahmi Bahmid, kuasa hukum yang
lain mengatakan, saat ini pihaknya masih berkonsentrasi terhadap pemulihan nama
baik, pasca putusan tersebut. Diduga penetapan tersangka ini yang menjadi
penyebab La Nyalla keluar negeri. Terakhir, posisi terlacak di Singapura.
Ketika ditanya, apakah La Nyalla akan pulang ke Indonesia pasca putusan sidang
tersebut. Fahmi mengaku masih belum berkonsentrasi terkait hal itu.
"Tidak bicara itu dulu. Yang harus
dilakukan terlebih dulu Kejaksaan menghentikan kasus ini sesuai putusan
pengadilan," pungkasnya. (Baca
Juga: La Nyalla Menangkan Gugatan Praperadilan)
Seperti diberitakan sebelumnya, Sidang
Praperadilan yang digelar pada Selasa (12/4/2016) memutuskan mengabulkan
gugatan pemohon (dalam hal ini La Nyalla Mattalitti) dan menolak seluruhnya
eksepsi termohon (dalam hal ini Kejaksaan Tinggi Jawa Timur). Sidang yang
dipimpin oleh Hakim Tunggal Ferdinandus memutusan bahwa surat perintah
penyidikkan (Sprindik) nomer Kep-11/0.5/Fd.1/03/2016 bertanggal 16 Maret 2016
tidak sah secara hukum.
Alasan
majelis hakim adalah alat bukti yang diajukan penyidik sama dengan kasus hibah
Kadin Jatim yang menjerat terpidana Diar Kusuma Putra dan Nelson Sembiring.
Kasus tersebut sudah dalam keputusan inkrah.
LA NYALLA MATTALITTI AKTOR PERUSAK SEPAKBOLA
INDONESIA, Mari kita liat kiprah Seorang Preman bernama: La Nyala Mataliti
1.Pd awal thn 1990. La Nyala Mataliti dikenl
sbgi peng. muda dgn bendera Autamaras, yg aktif bid. usha sbg pnylenggara
Pameran Jatim Expo
2. Pada tahun 1993, terjadi keributan dengan Basofi Sudirman,Pemprov Jatim dan
Surabaya Delta Plaza dalam hal pembayaran sewa lahan pameran Jatim Expo yang
dikemplang oleh LNM
3.La Nyala memang Bonek, uang yang seharusnya dibuat mengerjakan Pameran habis
dibuat modal untuk jadi Ketua HIPMI Jawa Timur
4.Akibatnya, Nyala tidak bisa mempertangung jawabkan duit Pemprof Jatim,
akhirnya kontrak PT. Autamaras diputus sama Pemprov Jatim
5. Demikian juga utang sewa lahan kepada Surabaya Delta Plaza sampai hari ini
tidak pernah ditagih karena takut diancam sama Nyala
6.Utk menambah spy ditakuti, selain pgang Ketua Hipmi Jatim, Nyala brsaha menj
ketua Pemuda Pancasila DPW Jawa Timur mngantikn Edy Rumpoko
7.La Nyala mnt bntuan tokoh2 JaTim utk bs mlobi Japto SS agr memberi restu La
Nyala Mataliti menjadi Ketua DPW Pemuda Pancasila Jawa Timur
8. Setelah terpilih, Nyala semakin menunjukkan sikap arogansinya dengan cara
menarget upeti dari tempat-tempat hiburan di Surabaya
9.Untuk menambah keangkerannya, La Nyala selalu show off force dengan
melibatkan anggota Banser NU yg diberi .Banser NU yg diberi seragam Pemuda
Pancasila untuk melakukan tekanan di sasaran yang dituju
10. Penggunaan Banser NU itu dilakukan, karena Pemuda Pancasila sedikit
anggotanya, maka atas persetujuan Khoirul Anam(Cak Anam).persetujuan Khoirul Anam(Cak
Anam)ketua GP Ansor Jawa Timur yang sifat dan kharakternya setipe dengan La
Nyala
11. Akibat dari tekanan itu, akhirnya sebagian besar tempat hiburan di Surabaya
tunduk dengan kehendak La Nyala Mataliti
12. Dia dan anak buahnya benar-benar menjadi "Raja Kecil" tempat
hiburan di Surabaya
13. Klimaknya terjadi pada tahun 1997 La Nyala digrebek Polisi di Hotel
Radisson karena diduga memakai Sabu-sabu
14. Namun karena adanya back up dari Ketua Pusat Pemuda Pancasila, kasus
tersebut di peti es kan sampai hari ini
15. Kehebatannya La Nyala Mataliti adalah pandai melobi agar dapat jabatan
strategis, bersama bersama Dhimam Abror, Haji Badri, La Nyala mengusai jabatan
strategis bidang olah raga di Jawa Timur
16. Selama La Nyala pegang Jabatan Ketua Koni, Ketua PSSI hampir tidak ada
prestasi yang menonjol,Prestasi hebat La Nyala adalah membuat perpecahan di
organisasi olah raga di Jawa Timur
17. Reputasi La Nyala yang "muka tembok", arogan n pndai bersilat
lidah akhirnya dpkai Nirwan Bakri utk mngacaukan kpmmpnn PSSI Johar Arifin
18. Tujuan Nirwan Bakri adalah tidak ingin melakukan pertanggung jawaban atas
keuangan PSSI selama keuangan PSSI selama dia mengelola PSSI. Karena Nirwan lah
aktor utama dibalik kisruh PSSI
19. Nirwan telah melakukan segala cara untuk menghadang langkah Johar Arifin
untuk membenahi PSSI
20. Dengan para "Kaki Tangannya" Nirwam melakukan boikot terhadap
PSSI dengan membentuk KPSI
21. Nirwan memainkan klub-klub yang notabene dikuasai oleh boneka-boneka Nirwan
seperti Joko Driyono,boneka-boneka Nirwan seperti Joko Driyono, Jamal Aziz,
Fery Paulus(Persija), Mafirion(Deltras), Lalu Mara(Pelita Jaya), dll
22. Tapi Tuhan "tidak tidur", karena keserakahannya, Nirwan tega
membohongi pengurus, pemain dan orang+orang yang bekerja untuk Bola,Hari-hari
ini, Nirwan Bakri mengalami kesulitan likuiditas yang sangat akut
23. Hampir semua klub yang tadinya dibiayai dan dijanjikan sponsor dari Grup
Bakri, akhirnya meleset,Ujung-ujungnya banyak pengurus yang merogoh koceknya
sendiri. Itu karena Nirwan sedang sekarat keuangannya
24. Lonceng kematian gerombolan Nirwan sudah diujung tanduk. Cepat atau lambat,
kebangkrutan yang saat ini mendera Grup Bakri akan semakin dirasakan oleh
boneka-bonekanya Nirwan
25. La Nyala yang memproklamirkan diri sebagai penyelamat sepak bola Indonesia
adalah musang berbulu domba
26. La Nyala tidak pantas menyebut dirinya penyelamat yang sok bersih. Tidak
ada prestasi apapun di Jawa Timur kecuali konflik dan ngempalng utang
27. Bahkan dengan saudara sepupunya sendiri(Ridwan Hisyam) mantan Ketua Golkar
Jawa Timur, La Nyala tidak pernah akur
28. PSSI tidak pantas dipimpin mantan pecandu narkoba (LNM)
29. PSSI tidak butuh penyelamatan dari seorang preman seperti La Nyala Mataliti
30. Mumpung di bulan suci, sebaiknya Nirwan Bakri harus jujur dan ikhlas
menyerahkan semua urusan PSSI kepada yang berhak saat ini yaitu Johar Arifin.
Bertobat adalah jalan yang paling baik